KERAJAAN MAJAPAHIT
Sumber Sejarah
– Prasasti Butak (1294 M) dikeluarkan R. Wijaya setelah ia naik tahta yang
memuat peristiwa keruntuhan kerajaan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya
untuk mendirikan kerajaan.
– Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji Wijayakrema menceritakan R. Wijaya ketika
menghadapi musuh dari kediri dan tahun awal perkembangan Majapahit.
– Kitab Pararaton menceritakan tentang pemerintahan raja-raja Singasari dan
Majapahit.
• Kitab Negarakertagama menceritakan tentang perjalanan raja Hayam Wuruk ke
Jawa Timur
- Aspek Kehidupan Politik
• Kekuasaan kerjaan majapahit merupakan suatu massa yang paling mengesankan
dalam sejarah Indonesia, karena pada masa ini Indonesia terdapat suatu kerajaan
besar yang disegani oleh banyak negara asing dan membawa keharuman nama
Indonesia sampai jauh keluar wilayah negara Indonesia.
– Struktur Birokrasi
• Sifat kekuasaan kerajaan teritorial dan desentralisasi. Raja memegang
kekusaan tertinggi (sebagai penjelmaan dewa) dalam menjalankan tugas dibantu
oleh beberapa pejabat kerajaan antara lain dewan pertimbangan kerajaan,
Mangkubumi dan pejabat dibidang keagamaan
• Perjuangan Raden Wijaya
• Sejak serangan Jayakatwang atas Singasari Raden Wijaya berhasil melarikan diri
ke Arya Wiraraja di Madura. Atas jasa Wiraraja, Wijaya diterima kembali oleh
Jayakatwang serta akhirnya diberi tanah Tarik.
• Serangan Khubilai Khan ke Jawa dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengatur
siasat menyerang Kediri. Setelah Kediri jatuh (Jayakatwang dan putranya dibawah
Raden Wijaya berbalik menyerang Tartar. Dia memerintah dan mendirikan Kerajaan
Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Dan dengan diperistrinya putri
Kertanegara maka dia telah mempersatukan keluarga besar Ken Arok.
• Pada tahun 1309 M, Kertarejasa digantikan Kalagemet hingga 1328 M., masa
pemerintahan Sri Jaya Negara (Kalagemet) diwarnai pemberontakan-pemberontakan :
– Ronggolawe - Nambi
– Lembu Sora - Kuti
• Saat pemberontakan Kuti itulah muncul peranan Gajah Mada tahun 1328 M.
Jayanegara di bawah Banyu Tanca yang berhasil dibalas juga oleh Gajah Mada.
Pengganti Jayanegara adalah Tribuana Tunggadewi (putri Gayatri 1328 – 1350 M)
yang berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Saat itulah gajah Mada diangkat Patih
Mangkubumi Majapahit dan mengucapkan Sumpah “Tan Amukti Palapa”. Majapahit
mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang naik tahta
pada usia 16 tahun, dengan gelar, Rajasanegara. Politik dalam negeri ditempuh
dengan memusatkan kegiatan politik dan stabilitas di Majapahit, sedangkan
politik luar negerinya adalah persatuan wilayah Nusantara. Melanjutkan usaha
Kertanegara berhasil menggalang kerjasama dengan negara tetangga (Mitreka
Strategi) Birma, Ligor, Anam, Campa, Kamboja, dan Srilangka.
– Struktur Birokrasi
• Sifat kekuasaan kerajaan teritorial dan desentralisasi. Raja memegang
kekusaan tertinggi (sebagai penjelmaan dewa) dalam menjalankan tugas dibantu
oleh beberapa pejabat kerajaan antara lain dewan pertimbangan kerajaan,
Mangkubumi dan pejabat dibidang keagamaan
Perjuangan Raden Wijaya
• Sejak serangan Jayakatwang atas Singasari Raden Wijaya berhasil melarikan
diri ke Arya Wiraraja di Madura. Atas jasa Wiraraja, Wijaya diterima kembali
oleh Jayakatwang serta akhirnya diberi tanah Tarik.
• Serangan Khubilai Khan ke Jawa dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengatur
siasat menyerang Kediri. Setelah Kediri jatuh (Jayakatwang dan putranya dibawah
Raden Wijaya berbalik menyerang Tartar. Dia memerintah dan mendirikan Kerajaan
Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Dan dengan diperistrinya putri
Kertanegara maka dia telah mempersatukan keluarga besar Ken Arok.
• Pada tahun 1309 M, Kertarejasa digantikan Kalagemet hingga 1328 M., masa
pemerintahan Sri Jaya Negara (Kalagemet) diwarnai pemberontakan-pemberontakan :
– Ronggolawe - Nambi
– Lembu Sora - Kuti
• Saat pemberontakan Kuti itulah muncul peranan Gajah Mada tahun 1328 M.
Jayanegara di bawah Banyu Tanca yang berhasil dibalas juga oleh Gajah Mada.
Pengganti Jayanegara adalah Tribuana Tunggadewi (putri Gayatri 1328 – 1350 M)
yang berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Saat itulah gajah Mada diangkat Patih
Mangkubumi Majapahit dan mengucapkan Sumpah “Tan Amukti Palapa”. Majapahit
mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang naik tahta pada
usia 16 tahun, dengan gelar, Rajasanegara. Politik dalam negeri ditempuh dengan
memusatkan kegiatan politik dan stabilitas di Majapahit, sedangkan politik luar
negerinya adalah persatuan wilayah Nusantara. Melanjutkan usaha Kertanegara
berhasil menggalang kerjasama dengan negara tetangga (Mitreka Strategi) Birma,
Ligor, Anam, Campa, Kamboja, dan Srilangka.
Kehidupan Ekonomi
• Dalam dunia perdagangan, kerajaan Majapahit memegang dua peranan yang sangat
penting :
– Sebagai kerajaan produsen
– Sebagai kerajaan perantara
• Dengan demikian, hubungan kerajaan Majapahit dengan negara tetangga telah
membawa keuntungan besar bagi kerajaan Majapahit.
Kehidupan Budaya
Candi :
• - Candi Penataran
• - Candi Egalwangi dan Surawana (Pare, Kediri)
• - Candi Suwentar (Blitar)
• - Candi Sumberjati (Blitar)
• - Canti Tikus (Trowulan)
Sastra
- Sastra zaman Majapahit awal, diantaranya :
– Kitab Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca
– Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular
– Kitab Arjunawiwaha karangan Mpu Tantular
– Kitab Kunjarakarna tidak diketahui pengarangnya
– Kitab Parthayajna, tidak diketahui pengarangnya
- Sastra zaman Majapahit akhir :
– Kitab Pararaton mengenai riwayat raja-raja Singasari dan Majapahit
– Kitab Sudayana mengenai peristiwa bubat
– Kitab Solandaka mengenai pemberontakan Semi
– Kitab Ranggalawe mengenai pemberontakan Ranggalawe
– Panji Wijaya Krama mengurangi riwayat Raden Wijaya sampai menjadi raja.
– Kitab Usana Jawa, tentang penaklukan P. Bali oleh Gajah Mada dan Arya Damar,
pemindahan Keraton Majapahit ke Gelgel dan penumpasan Raja yang bernama Maya
Denawa.
– Kitab Usana Bali, tentang kekacauan di Pulau Bali akibat keganasan Maya
Denawa yang akhirnya dibunuh oleh dewa-dewa.
KERAJAAN SINGASARI
- Sumber Sejarah
• Kitab Pararaton, tentang raja-raja Singasari
• Kitab Negarakertagama, berisi silsilah raja-raja Majapahit yang memiliki
hubungan erat dengan raja-raja Singasari.
• Berita asing (Cina) tentang Kaisar Khubilai Khan (Cina) mengirim pasukannya
untuk menyerang Singasari.
• Peninggalan-peninggalan berupa bangunan candi yang dijadikan makam dari Raja
Singasari seperti Candi Kidal, Candi Jago, Candi Singasari, dsb.
- Aspek Kehidupan Politik
• Sebagai kerajaan Hindu pada waktu itu kerajaan Singasari pernah mencapai
kejayaan dan merupakan cikal bakal kerjaan Majapahit.
Berikut raja-raja yang pernah memerintah di Singasari.
- Ken Arok
• Pertemputan di dekat Ganter tahun 1222 M, membawa nama Ken Arok semakin baik.
Dan akhirnya Ken Arok memutuskan untuk membentuk dinasti baru yaitu dinasti
Rajasa dan membangun kerajaan baru yaitu Singasari.
- Anusapati
• Setelah Ken Arok dibunuh Anusapati, tahta kerajaan Singasari dipegang
Anusapati (1227 – 1248 M). Walaupun pemerintahannya berlangsung lama tapi
ternyata kematian Ken Arok pun pada akhirnya tercium oleh Tohjaya yang akhirnya
dengan keris yang sama dia dibunuh Anusapati.
- Tohjaya
• Pemerintahan Tohjaya berlangsung singkat (1248 M) karena kematian Anusapati
akhirnya diketahui oleh Raggawuni (putra Anusapati) dan dia menuntut hak atas
tahta Singasari. Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan Lembu Ampel akhirnya
Ranggawuni berhasil merebut tahta kerjaan dengan gelar Wisnuwardhana.
- Wisnuwardhana
• Dengan dibantu Mahesa Cempaka yang bergelar Narasinghamurti Wisnuwardhana
memerintah Singasari dari tahun 1248 – 1268 M. pada tahun 1254 M Wisnuwardhana
mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuvaraja (raja muda) dan
Wisnuwardhana merupakan satu-satunya yang tidak terbunuh.
- Kertanegara
• Raja Kertanegara (1268 – 1292 M) merupakan raja terakhir di Singasari dan dia
berhasil melangkah ke luar wilayah Jawa Timur untuk mewujudkan cita-cita
persatuan Nusantara dibawah panji kerajaan Singasari. Dan berikut adalah usaha
Kertanegara guna mencapai tujuan politiknya :
– Politik Dalam Negeri
– Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata
digantikan oleh Aragani. Raganata diangkat menjadi Adhyaksa di Tumapel. juga
Banyak Wide yang berasal dari rakyat biasa diangkat menjadi Bupati Sumenep
(Madura)
– Berbudi baik pada lawan politiknya dengan mengangkat putra Jayakatwang (Raja
Kediri) yang bernama Ardharaja menjadi menantunya dan Raden Wijaya (cucu Mahesa
Cempaka) sebagai menantunya.
– Memperkuat angkatan perang
– Politik Luar Negeri
• Untuk mencapai cita-cita politiknya itu, Raja Kertanegara menempuh cara :
– Melaksanakan ekspedisi Pamalayu (1275 dan 1286 M) untuk menguasai Kerajaan
Melayu serta melemahkan posisi kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka.
– Menguasai Bali (1289 M)
– Menguasai Pahang (Malaya) dan Tanjung pura (Kalimantan)
KERAJAAN SRIWIJAYA
Sumber sejarah : kerajaan Sriwijaya yang terletak di Sumatera keberadaannya
dapat diperoleh dari bukti-bukti sebagai berikut :
Sumber dalam negeri
• a). Prasasti Kedukan Bukit (683 M)
Isi : Raja Sriwijaya Dapunta Hyang membawa tentara 20.000 orang berhasil
menundukkan Minangatamwan (daerah Binaga yang terletak di Jambi).
• b). Prasasti Talang Tuo (684 M)
Isi : Pembuatan Taman Srikesetra atas perintah Raja Dapunta Hyang.
• c). Karang Birahi (686 M)
Menunjukkan penguasaan daerah pedalaman di Jambi.
• d). Prasasti Kota Kapur (686 M)
Isi : Usaha penaklukan bumi Jawa. Prasasti ini ditemukan di pulau Bangka.
• e). Prasasti Telaga Batu
Isi : Kutukan raja terhadap siapa saja yang tidak taat pada raja dan melakukan
kejahatan.
Dari prasasti itu diusulkan bahwa pusat kerajaan Sriwijaya selalu
berpindah-pindah dari Minangatamwan ke Palembang selain prasasti terdapat
sumber sejarah berupa bangunan kelompok Candi Muara Takus (Bangkinang, Riau)
Sumber asing
• a). Berita Cina abad ke-5 menyebutkan bahwa negara Kan-To-Li (Sriwijaya)
mengirim utusan ke Cina.
• b). Berita I-Tsing bahwa kerajaan Sriwijaya negerinya dikelilingi oleh
benteng abad ke-7 Sriwijaya merupakan pusat kegiatan ilmiah agama Budha.
• c). Berita India, berupa :
– Prasasti Ligor (775 M)
– Prasasti Nalanda (860 M)
Dari berita India ini dapat diperoleh keterangan bahwa kerajaan Sriwijaya
mencapai zaman keemasan saat diperintah oleh Balaputradewa seorang keturunan
Dinasti Syailendra, Jawa Tengah.
Kebesaran Kerjaan Sriwijaya didukung oleh faktor-faktor sbb :
• Letaknya strategis
• Runtuhnya kerajaan maritim Funan
• Armada laut yang kuat
• Menguasai daerah-daerah starategis (Selat Malaka, Sunda, Tanah Genting Kra)
• Melimpahnya hasil bumi
• Pusat pendidikan agama Budha di Asia Tenggara
Struktur Birokrasi kerajaan Sriwijaya
Wilayah kekuasaan Sri Wijaya lebih banyak tertuju didaerah lautan maupun jalur
dan pusat perdagangan yang strategis. Kekuasaan tertinggi ditangan raja
bersifat langsung dalam pengawasan ditempat-tempat yang strategis.
Masa Keruntuhan Sriwijaya
• Dari berita Cina, kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran mulai abad ke-10
sampai runtuhnya terjadi akhir abad ke-12.
• Beberapa faktor penyebabnya adalah sebagai berikut :
– Negara-negara taklukan melepaskan diri (Ligor, Tanah Genting Kra, Kelantan,
Pahang, dll)
– Mundurnya perekonomian perdagangan karena bandar-bandar penting melepaskan
diri.
– Di bidang militer serangan terhadap Sriwijaya terjadi dari :
– Raja Dharmawangsa (992 M)
– Kerajaan Colamandala (1017 M)
– Raja Kertanegara (Ekspedisi Pamalayu 1275)
– Kerajaan Majapahit