Alat-alat optik
Optikal : Ilmu yang mempelajari tentang cahaya.
Ciri - ciri cahaya :
- Tidak memerlukan medium untuk merambat
- Gelombang elektro magnetik
- Dapat merambat di ruang hampa
- Optik fisis : Membicarakan tentang pemantulan dan pembiasan
- Optik geometris : Mempelajari sifat-sifat cahaya
1. Dapat mengalami pemantulan / refleksi
2. Dapat mengalami pembiasan / refraksi
3. Dapat mengalami kelenturan / difraksi
4. Dapat mengalami interpensi
5. Dapat mengalami polarisasi
Cahaya termasuk gelombang transversal. Gelombang transfersal adalah gelombang yang arah rambatnya tegak lurus dengan arah getar.
Cepat rambat cahaya tergantung kepada index bias medium rambatnya. Bila cahaya merambat dari satu medium ke medium yang lain :
- frekwensi tetap
- intensitas gelombang dan amplitudonya berubah-ubah
- panjang gelombang dan kecepatan berubah-ubah
- pemantulan teratur
- pemantulan tidak teratur
Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang batas (Hukum Snellius).
3 Jenis berkas cahaya :
1. Sejajar / paralel
2. Divergen / menyebar
3. Konvergen / mengumpul
Teori tentang cahaya :
1. Teori Emisi oleh Isaac Newton
Dari sumber cahaya dipancarkan partikel-partikel yang sangat kecil dan ringan ke segala arah dengan kecepatan yang sama besar. Bila mengenai mata, maka kita dapat melihat sumber cahaya.
2. Teori Gelombang oleh Christian Hygets
Setiap titik pada permukaan gelombang dapat dianggap sebagai sumber gelombang kecil yang menyebar maju dengan laju yang sama dengan laju gelombang itu sendiri. Cahay pada dasarnya sama dengan gelombang, yang berbeda pada frekwensi dengan panjang gelombangnya.
3. Teori Thomas Young dan Agustin Fresnell
Cahaya dapat mengalami lenturan (difraksi) dan perpaduan (interferensi) Peristiwa ini tidak dapat diterapkan oleh Teori Emisi Newton.
4. Teori Jean Beon Foucault
Cepat rambat cahaya di air lebih kecil dibandingkan cepat rambat cahaya di udara.
5. Teori Maxwell
Cepat rambat gelombang elektromagnetik sama dengan cepat rambat cahaya, yaitu sebesar 3x108 m/s. Jadi cahaya adalah gelombang elektromagnetik.
6. Teori Heinrick Rudolph Hertz
Gelombang eletromagnetik adalah gelombang transfersal. Ini sesuai dengan kenyataan bahwa cahaya dapat mengalami polarisasi.
7. Teori Pieter Zeeman
Percobaannya tentang pengaruh medan magnet yang kuat terhadap berkas cahaya. Cahaya dapat dibelokkan oleh medan magnet yang kuat.
8. Teori Johanes Stark
Cahaya dapat dibelokkan oleh medan listrik yang kuat.
9. Teori Muchelson dan Morley
Cahaya dapat merambat dalam ruang hampa.
10. Teori Ludwig Planck
Cahaya merupakan paket-paket energi yang disebut kuantum.
11. Teori Albert Einstein
Cahaya bersifat dualisme, artinya bersifat sebagai partikel dan gelombang.
Kesimpulan dari teori - teori tersebu, yaitu cahaya dapat bersifat sebagai gelombang maupun partikel, tetapi sifat ini tidak dapat muncul keduanya sekaligus.
MATA
Jenis bayangan yang diterima oleh retina, nyata, terbalik, diperkecil.
Saat mata melihat benda-benda dekat, otot-otot mata (siliar) akan meregang sehinggal lensanya lebih cembung dan mata berakomodasi maksimum.
Saat melihat benda-benda jauh, otot siliar akan mengendur sehinggal lensanya lebih cekung.
Cacat mata
a. Miopi : P = -100/PR
PR = Titik jauh (Lensa cekung [-] )
b. Hipermetropi : P = 100 cm/S - 100cm/PP
S = Jarak benda yang ingin dilihat
PP = Titik dekat [Lensa cembung [+] )
CERMIN
Cermin datar
Sifat cermin datar :
1. Jarak benda ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin
2. Tinggi benda = tinggi bayangan
3. Bersifat maya / semu
4. Tegak berhadapan dan berlawanan arah
Cermin cekung
Sifat cermin cekung :
1. Jika benda berada di ruang I, maka bayangan berada di ruang IV. Sifat bayangannnya
adalah maya, tegak, dan diperbesar.
2. Jika benda berada di ruang II, maka bayangan berada di ruang III. Sifat bayangannnya
adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.
3. Jika benda benda berada di ruang III, maka bayangan berada di ruang II. Sifat bayangannya
adalah nyata, terbalik, dan diperkecil
4. Jika benda berada di titik F, bayangan tidak berhingga.
5. Jika benda berada di titik M, bayangan di titik itu juga.
Cermin cembung
Sifat cermin cembung :
Sifat bayangan pada cermin cembung selalu maya, tegak, dan diperkecil.
RUMUS :
*M = Perbesaran bayangan
*Cermin cekung -> F dan R ( + )
*Cermin cembung -> F dan R ( - )
*P = 1/f
Kalau f = meter --> P=100/f
Kalau f = centimeter --> P=1/f
Contoh soal :
1. Sebuah benda terletak 12 cm di cermin cekung dengan R = 20 cm. Tentukan :
a. jarak bayangan dan perbesarannya
b. tinggi benda jika tinggi bayangan = 10 cm
PENYELESAIAN :
a) 1/f = 1/s + 1/s'
1/10 = 1/12 + 1/s'
1/s' = 1/10 - 1/12
1/s' = 6/60 - 5/60
1/s' = 1/60
s' = 60 cm
b) M = | s'/s |= 60/12
M = 5 cm
M = | h'/h |
5 = 10/h
h = 10/5
h = 2 cm
2. Sebuah benda yang tingginya 6 cm berada 20 cm di depan cermin cembung yang R = 40 cm. Hitung jarak, tinggi, dan perbesaran bayangan!
PENYELESAIAN :
a. 1/f = 1/s + 1/s'
1/-20 = 1/20 + 1/s'
s' = -10 cm +
b. M = | h'/h | = | s'/s |
M = s'/s
= 10/20
M = 0,5 x
c. M = | h'/h |1/2 = h'/6
6 = 2h'
3 cm = h'
Hukum Pembiasan
Sinar datang, sudut bias, garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar.
Index bias : Ukuran kemampuan medium untuk membelokkan cahaya.
n : Perbandingan sudut sinar datang dengan sudut sinar bias
RUMUS :
Soal
1. Seberkas cahaya datang dari udara ke zat cair dengan sudut datang 45° dan sudut bias 30° . Apabila diketahui C = 3x10pangkat8 m/s. Tentukan index bias zat cair dan kelajuan cahaya pada zat cair!
PENYELESAIAN :
n = sin i / sin r
= sin 45 / sin 30
= 1/2 akar 2 / 1/2
= akar 2 = 1,4
n = c/v
1,4 = 3x10pangkat8 / v
v = 3x10pangkat8 / 1,4
= 2,14 x 10pangkat 8 m/s
Soal-Soal Fisika/Alat optik

- panjang teropong
- perbesaran total teropong

- jarak fokus lensa okuler
- panjang teleskop

- perbesaran bayangan
- panjang teleskop


- jarak bayangan
- perbesaran bayangan
- tinggi bayangan



- jarak bayangan
- perbesaran bayangan
- tinggi bayangan

- perbesaran
- tinggi bayangan

- perbesaran
- tinggi bayangan

- perbesaran lensa objektif
- perbesaran lensa okuler
- perbesaran total









Tidak ada komentar:
Posting Komentar