Sabtu, 10 Maret 2012

Ringkasan Geografi

Bab 4 - Dinamika Pedosfer

Ilmu yang secara khusus mempelajari mengenai proses pembentukkan tanah disebut pedogenesa.
Tingkat perkembangan tanah :
  1. Tingkat awal : Bahan induk belum mengalami pelapukan
  2. Tingkat muda (juvenil) : Sudah mengalami pelapukan
  3. Tingkat remaja (vinil) : Sudah mengandung banyak barang tambang
  4. Tingkat tengah tua : Sudah hampir gersang
  5. Tingkat tua : Mengalami pelapukan secara tuntas dan mengalami erosi
Perkembangan tanah :
  1. Entisol : Menunjukkan perkembangan tanah tingkat muda (regosol)
  2. Mollisol : Menunjukkan tingkatan tanah remaja (vinil)
  3. Alfisol : Menunjukkan tanah tingkat tua, tidak ada tanaman, terjadi pelapukan, tanahnya gersang 
Tekstur tanah : Sifat kasar halusnya tanah
Struktur : Bagian-bagian tanah (gumpalan-gumpalan kecilnya)

Warna tanah :
  1. Kuning : Berasal dari mineral limonik
  2. Coklat : Berasal dari bahan organik asam (gambut) yang lapuk
  3. Putih : Berasal dari mineral silikat kwarsa. Contoh : tanah kapuk bauksit dan gypsum
  4. Hitam : Berasal dari bahan organik yang telah terurai yang ada hubungannya dengan unsur karbon, magnesium, dan belerang
  5. Merah : Berasal dari mineral ematit
  6. Hijau : Berasal dari oksidasi ferrous, mengandung zat besi
  7. Biru : Berasal dari mineral lilianid
Struktur dan Tekstur Tanah

Struktur tanah merupakan gumpalan-gumpalan kecil dari tanah akibat melekatnya butir-butir tanah satu sama lain. Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah yang didasarkan atas perbandingan banyaknya butir-butir pasir, debu, dan liat di dalam tanah.
Menurut Taksonomi Tanah (1970), tanah dibagi menjadi sepuluh macam :
a. Oxisol : Tanah ini telah mengalami pelapukan yang hebat. Warnanya dari kuning ke merah coklat sampai coklat kemerahan.
b. Ultisol : Tanah yang telah mengalami pelapukan yang sangat hebat yang ditandai pula dengan pengaruh luar, pencucian (leached). Warnanya merah sampai kuning.
c. Vertisol : Golongan tanah yang khas terdapat pada region-region bervegetasi sabana dan steppa.
d. Entisol : Tanah yang masih menunjukkan asal bahan induk, jadi tanah ini masih biru.
e. Inceptisol : Tanah yang masih muda, baru milai perkembangan penampangnya.
f. Spodosol : Tanah yang tersebar dalam semua iklim.
g. Molisol : Tanah yang memiliki ciri halus atau lunak
h. Alfisol : Tanah yang tersebar di daerah beriklim lembab, kaya dengan aluminium.
i. Aridisol : Tanah yang sepanjang tahun kering.
j. Histosol : Mencakup semua tanah organik, seperti tanah organosol dan gambut (bog).

Jenis-jenis tanah

Sebagian besar tanah di Indonesia merupakan tanah vulkanis. Jenisnya beraneka ragam, antara lain :
a. Tanah gambut atau tanah organik
Terletak di daerah Sumatera, Kalimantan, Papua. Berdasarkan penyebaran topografinya, tanah gambut dibedakan menjadi tiga yaitu sebagai berikut :
  1. Gambut ombrogen
  2. Gambut topogen
  3. Gambut pegunungan
b. Aluvial
Jenis tanah ini masih muda.
c. Regosol
 Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami diferensiasi horizon. Penyebarannya di daerah lereng vulkanik muda dan di daerah beting pantai dan gumuk-gumuk pasir pantai.
d. Litosol 
e. Latosol
Jenis tanah ini telah berkembangan atau terjadi diferensiasi horizon, tekstur lempung. 
f. Grumusol 
Tanah mineral yang mempunyai perkembangan profil, agak tebal, tekstur lempung berat.
g. Podsolik merah kuning
Tanah mineral telah berkembang, solum (kedalaman) dalam, tekstur lempung hingga berpasir.
h. Podsol
Jenis tanah ini telah mengalami perkembangan profil, susunan horizon. Penyebaran di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 2000 mm/tahun. Contohnya, di daerah Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Irian Jaya (Papua).
i. Andosol
Jenis tanah mineral yang telah mengalami perkembangan profil, solum, agak tebal.
j. Mediteran merah-kuning
Berada di daerah topografi Karst disebut terra rossa.
k. Hidromorf kelabu (gleisol)
Jenis tanah ini perkembangan lebih dipengaruhi oleh faktor loka, yaitu topografi merupakan dataran rendah atau cekungan.
l. Tanah sawah (paddy soil)

Usaha mengurangi erosi tanah, yaitu :
a. Metode vegetatif :
  • Penghijauan
  • Reboisasi
  • Penamanan
  • Penanaman tumbuhan penutup tanah 
  • Penaman tanaman secara berbaris
  • Pergiliran tanaman
b. Metode mekanik atau teknik
  • Pengolahan tanah menurut garis kontur
  • Pembuatan tanggul/guludan/pematang bersaluran
  • Pembuatan teras (terrasering)
  • Pembuatan saluran air (drainase)
Bab 5 - Dinamika Perubahan Atmosfer

Iklim adalah keadaan udara pada waktu yang lama dan daerah yang luas.
Cuaca adalah keadaan suhu udara pada waktu yang cepat dan wilayah yang sempit.

4 bagian atmosfer :
  1. Troposfer : Lapisan yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan di bumi
  2. Stratosfer : Tempat konsentrasi ozon
  3. Mesosfer : Terdapat reflektor atau perambat gelombang radio
  4. Termosfer : Memantulkan gelombang radio sebagai alat komunikasi ke seluruh permukaan bumu
Penyebaran panas :
1. Konveksi : Pemanasan secara vertikal
2. Adveksi : Penyebaran panas secara horizontal
3. Turbulensi : Pemanasan secara berputar
4. Konduksi : Pemanasan secara bersinggungan (kontak langsung)

Keadaan suhu udara di suatu tempat dipengaruhi oleh empat hal, yaitu :
a. Lamanya penyinaran matahari
b. Sudut datang sinar matahari : 45° pada jam 9 pagi dan 3 sore
c. Keadaan awan yang menutupinya
d. Keadaan di permukaan bumi

Termograf : Alat rekam suhu
Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan udaranya disebut isobar.
Kelembaban udara adalah banyaknya uap air dalam udara.
Higrometer : Alat untik mengukur tingkat kelembaban udara di suatu tempat.

Keadaan Awan

Awan adalah kumpulan partikel air yang tampak di atmosfer. Jenis-jenis awan :
A. Awan Rendah
1. Strato cumulus : Menutupi seluruh langit, kelihatan seperti gelombang laut
2. Stratus : Kabut, daerah ketinggian 2000 m di atas permukaan laut
3. Nimbustratus : Bentuknya tidak menentu, dapat menyebabkan hujan gerimis
B. Awan Menengah
1. Alto cumulus : Awan-awan kecil berbentuk seperti bola berwarna putih
2. Alto stratus : Awan ini bersifat luas berwarna kelabu
C. Awan Tinggi
1. Cirrus : Awan halus berstruktur seperti serat, seperti bulu burung/pita
2. Cirrostratus : Seperti kelambu putih halus menutupi seluruh langit atau seperti anyaman
3. Cirrocumulus : Awan terputus-putus seperti segerombolan domba
D. Awal terjadi karena udara naik
1. Cumulus : Awan tebal dengan puncak-puncak yang tinggi berwarna kelabu
2. Cumulunimbus : Dapat menimbulkan hujan kilat, guntur, dan angin kencang

Iklim fisis : Iklim yang didasarkan pada pembagian daerah menurut kenyataan.

Arah Angin

Menurut Hukum Buys Ballot, udara bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah bertekanan rendah (minimum), di belahan bumi utara berbelok ke kanan, sedangkan di belahan bumi selatan berbelok ke kiri. Arah angin dipengaruhi oleh 3 faktor :
  • Gradient barometrik
  • Rotasi bumi
  • Kekuatan yang menahan
Anemometer adalah alat pengukur kecepatan angin.

Sistem Angin

1. Angin passat
2. Angin anti passat : Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik.
3. Angin barat : Angin yang selalu berhembus ddari arah barat sepanjang tahun pada daerah garis lintang 35° LU -60°LU dan 35°LS-60°LS.
4. Angin timur kutub : Di daerah kutub utara dan kutub selatan bumi, terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum.
5. Angin muson : Angin yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun pada bulan Oktober-April.

Alat penakar curah hujan disebut ombrometer. 
   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar